Akuuu
kembaliiiiii..... yuhuuu, disaat kepala ini mampet dengan urusan-urusan ‘duniawi’,
tugas yang menimbun mengalahkan timbunan sampah di TPS, diwaktu
deadline-deadline yang benar-benar akan membuat aku ‘dead’, dan syelaluu saja,
ide untuk nulis itu muncul, menggelayut di pikiran dan pelupuk mata. Akhirnya aku
pasrah dengan semua yang ada, akhirnya aku milih untuk nulis ‘tulisan’ ku ini,
dari pada kebawa mimpi, gak enak makan dan gak enak badan? Mending aku
tumpahkan semuanya disini.
Ok,
kali ini mungkin judul dan temanya agak beda, yaitu....
Eeeeeeng
iiiiiiiiiiiiiiiiiiiing eeeeeeeeeeeeeeeengggg!!!!
Cita,
Cinta, Eropa!!!
Lah,
kok tumben judulnya beda?? Biasanya pasti syeeeelalllluuuuu.... ngebahas
cinto-cintoan sajo, gak pake cita dan lebih-lebih eropa?
So?
Why???
Yayaya...!
aku tau aku ini anak muda yang selalu nggak bisa jauh dari yang namanaya urusan
hati, tapiiii... kali ini aku nggak mau Cuma ngebahas masalah cinto-cintoan,
kali ini aku mau ngebahas tentang cita ku juga, dan itu nggak kalah penting
urusannya, malah itu masuk di prioritas pertama dalam hidup. Dan untuk Eropa? Jelaaaaassss!!!
Aku mau meniti cita di benua Eropa sana.
Dan aku juga tau, cita dan cinta itu selalu nyatu, nggak pernah lepas
satu sama lain. Ada cita pasti ada cinta, walaupun belum tentu ada cinta ada
cita. Hhehe...
Motivator
ku pernah nulis di blognya yang sempat aku kepoin,
si mr. Motivator itu nulisnya gini “Cita
dan Cinta itu selalu nyatu, berawal dari cita dan membuahkan cinta”. Setelah
aku pikir-pikir, kok bener juga ya? Hhehehe. Oya, mengenai sang motivator yang
satu ini belum sempat aku ceritain siapa jati dirinya yang sesungguhnya *bahasa
mu naakk ==” * si mr. Motivator ku ini adalah motivator kedua ku setelah TRR. Seseorang
yang mengagumkan dan penuh ‘karisma’. Nanti deh, kapan-kapan aku cerita khusus
tentang dia.
Ok,
kita tinggalin sejenak tentang mr. Motivator itu. Kita kembali ke kata-kata
yang di tulis di blognya. Hmmm... jadi aku cerita sedikit tentang si ‘beliau’
ini, jadi beliau ini nulis kata-kata itu di blognya, nah, ternyata dan ternyata
si motivator ini benar-benar orang yang sangat-sangat memperjuangkan
cita-citanya. Dan berawal dari itulah, muncul ini ‘CITA, CINTA. EROPA’.
Gimana
ceritanya????
Yuuuuuuuuuuukkk
chekidoooot!!!!!!!
Tadi
pagi (16 Desember 2013) di kampus ku ada acara sosialisasi gitu, acaranya
seputaran tentang kegiatan pertukaran mahasiswa gitu ke Eropa. Ke tujuh negara
selama enam bulan. WOWWWW!!!! Eropa genk, EROPA!! E-RO-PAAAHHH!!!
Jadilah
aku manusia yang kayak ikan kekurangan air, mengap-mengap gak jelas gitu. Secara
acara itu diselenggarakan di jam kuliah, dan di jam itu aku harus ‘tertahan’ di
ruang kelas dengan empat sisi tembok bercat putih polos *masih bau cat, karena
ruangannya baru di cat*.
Oh
MG!!!
Gimana
ini, gimana??!! Secara aku pengeeeeeeeeeeenn banget ikut acara sosialisasi itu,
yaah... walaupun tahun ini negara impian ku itu nggak perpatisipasi. Tapi nggak
masalah, yang penting Eropa. Ke Bosnia pun itu, aku mau. Yang penting Eropa dan
itu adalah kunci untuk ku bisa ke negara impian ku itu. Oh MY GOD!!! Help! Help.
Sebelum ke kampus aku sempat komat-kamit, berdoa agar bapak yang ngajar kuliah
ku itu nggak datang. Tapii..... jreeeeng jreeeeeeeeng!! Beliau yang biasanya
datang telat empat puluh lima menit dari jadwal kuliah itu, kali ini datang
tepat waktu apalagi mangkir kayak isi doa ku.
Tiba-tiba
muncul lah godaan itu, godaan untuk nggak masuk kuliah... dan disaat niat untuk
bolos kuliah itu udah membulat, sebulat bola piala dunia.... jreeeng jreeeng!!
“kak,
kita jadi presentasikan hari ini?”. Tanya adik leting ku yang kebetulan sekelas
dengan ku *dia yang ikut mata kuliah disemester ku, bukan aku ya yang ikut kuliah
di MK semesternya* hahahha.
Hah!!
Kenapa pula bocah yang satu ini ingat-ingatkan aku tentang presentasi itu. Memang
hari ini jadwal untuk presentasi.
Finally, gara-gara
ingat presentasi itu, aku menyeretkan kaki masuk kekelas. Di dalam hati aku
berdoa lagi, “Ya Allah....Tolong matikan
listrik, biar acara sosialisasinya di tunda sampai aku selesai kuliah”.
Ku
tunggu dan ku tunggu, ternyata listriknya masih meyala terang benderang. Aku berusaha
membesarkan jiwa dan raga, mungkin ini yang terbaik. Lalu aku berusaha untuk
fokus dengan prsentasi.
Dan
tau apa??
Bukannya
fokus, aku malah naik spaning pas presentasi. Mendadak tensi darah melejit jadi
160 per 90, gimana gak?
Pertama,
alasan aku masuk ke kelas karena biasanya dosen kami itu pasti ngacak manggil
nama kelompok yang prsentasi, jadi aku takutnya ntar kelompok ku yang di
panggil.
Ehh...
si bapak, malah milih untuk presentasi sesuai nomor urut kelompok. Dan sumpah! Aku
pengen nangis saat itu, karena aku berada di kelompok terakhir, kelompok 6. Kalau
tau gini kan, mending aku bolos dan ikut acara sosialisasi itu. Ooohhh.....
Eropaaaaa...
Dan
dengan emosi yang udah nyangkut di tenggorokan, aku bilang dengan dosen ku
untuk di acak aja kelompok mana yang tampil presentasi duluan. Awalnya si bapak
gak setuju, tapi alhamdulillah.... beliau mau juga.
Yihaaaaa!!!!
Selesai
ini aku bakal minta izin keluar. Mudah-mudahan diizinkan.
Di
saat kelompok kami tampil, lagi-lagi aku emosi. Kali ini tingkat dewa!! Belum tampil
aja, kelompok kami udah down gara-gara
si bapak itu mengucapkan sepatah kalimat yang benar-benar buat patah semangat. Belum
lagi dengan salah satu audiance yang
Subhanallah, sulit di ucapkan dengan kata-kata, gimana dia ‘berantusias’
bertanya, sampai-sampai aku keringatan. Bukan karena gak bisa menjawab, tapi
karena pertanyaan itu udah melebar kemana-mana. OH TUHAAAAN!!! Tolong matikan listriknya, matikan. Toloooongg!! Lagi-lagi
doa itu muncul, dan lagi-lagi, listrik masih tetap aman.
Singkat
cerita presentasi itu selesai juga. Huuufh, akhirnya. Sepanjang sejarah aku
kuliah, baru kali itu aku presentasi nggak fokus karena bebapa faktor. Faktor pertama
tentu aja acara sosialisasi itu. Faktor-faktor yang lain ya itu, aku kurang respect dengan suasana diskusi yang
menurut aku, kurang “asik”. Terlalu kaku, monoton, dan gitu lah pokoknya.
Di
saat niat ku untuk minta izin keluar kuliah itu muncul lagi, tiba-tiba......
Jreng-jreeeeeng!!!!
Aku
ngeliat bapak ketua panitia acara sosialisasi itu berjalan melewati kelas ku,
sampil pegang absen dan laptop! Lalu di susul dengan adik leting ku yang
kebetulan ikut acara sosialisasi itu.
Mendadak,
aku lemas. Acaranya udah selesai.
Ya
Rabiii.....
Salah
satu teman ku berbisik ke aku, “kalau emang rejeki kita ke Eropa, nggak ikut
acara sosialisasi pun kita bakal kesana”.
Aku
langsung mengaminkannya.
Itu
adalah sekelimit cerita ku tentang usaha ku untuk mengapai cita bisa ke Eropa. Ya!
Aku sangat-sangat ‘gila’ mau melanjutkan S2 ke sana, tepatnya ke PRANCIS !!.
yuuup!!! Udah hampir empat tahunan ini, aku pengeeeeen banget melanjutkan
kuliah ke Prancis. Memang sih, sekarang masih bingung, mau melanjutkan ke
jurusan apa. Secara aku tertarik ke bidang mikrobiologi dan juga tertarik ke
jurusan itu tu, teknik manufaktur. Entah kenapa, akhir-akhir ini aku ‘gila’
dengan ilmu yang ada unsur-unsur rancang merancang pabrik, dan tata letak. Bisa
jadi karena aku mendapatkan nilai “Vitamin anti sariawan” di mata kuliah tata
letak pas semester enam lalu, membuat aku penasaran abis dengan prinsip dari
ilmu itu. Atau bisa jadi juga karenaaa..... sudahlah lupakan. Hahhaha...!!!
Prancis!!
Oh... beneran, aku pengen banget kesana, melanjutkan kuliah disana. Memang sih,
sama kayak miih jurusan, aku juga masih bingung mau menargetkan kampus mana. Satu
sisi aku pengen melanjutkan study ke
universitas Montpillier, satu sisi aku juga tertarik kuliah di universitas Strasbourg.
Wuaaa... berawal dari pilem Laskar Pelangi yang aku nonton disaat SMA, aku jadi
penasaran dengan Prancis. Pernah aku tanya dengan salah satu dosen ku yang
alumni Prancis juga, aku tanya satu kalimat, eeeh.... beliau cerita banyak
tentang kehidupan sana, membuat aku malamnya nggak bisa tidur. Mendadak aku
udah bayangin berada di Prancis. Masya Allah. Hahaha.... dan aku juga ingat,
waktu itu aku lagi keluar kota ama emak, lagi jalan-jalan di mall mendadak mata ku ngelirik ke toko
yang ngejual asesoris cewek gitu, dan mata aku langsung tertuju kearah tas
tentengan warna biru yang ada gambar menara Eiffelnya. Disaat itu sih aku diam
aja, malah ngelewati toko itu dan terus belanja ama emak. Tapi, di saat kami
udah keluar dari mall, aku nggak
nahan ‘tuk nggak mampir ke toko itu. Akhirnya aku kembali ngajak emak ku untuk
masuk ke mall keliling mencari toko
asesoris tadi. Emak ku sempat nanya mau beli apa, tapi akunya diam aja. Baru deh,
waktu tiba di toko itu, aku langsung ngambil tas tentengan bergambar menara
Eiffel yang Cuma tinggal satu lagi. Emak ku Cuma bisa geleng-geleng kepala,
sambil pasrah ngeluarin uang dari dompet, karena aku udah langsung jalan ke
kasir, sebelum emak ku bilang kata-kata “Ngapain
lah beli yang gituan disini, yang ada berat isi koper. Udah beli di Banda Aceh
aja nanti”. Hhoho...
Mungkin
sebagian orang memang menganggap ku agak gila. Tapi, terserah lah mereka mau
bilang apa. Karena bagi ku, nggak ada yang gak mungkin di dunia ini kalau kita
berusaha, iya kan?
Man
Jadda Wa Jadda!!
Rêver,
En Priant, En Essayant, Le Succès!!!!
Dirumah,
emak dan kakak ku lah yang paling paham ‘kegilaan’ ku. Semua asesoris ku pasti
ada unsur-unsur prancisnya. malah pernah aku gambar menara Eiffel di karton dan
rencananya aku tempel di dinding, tapi gak jadi, gara-gara gambarnya jadi kayak
tower yang baru di guncang gempa. Hahahha
Lalu,
kayak judul tulisan ini CITA, CINTA, EROPA.
Dimana
cintanya???
Hahahhah...
kelaaaammm!!!
Udah
aku bilang kan, ngejar cita dulu biar dapat cinta. Sekarang aku mau fokus dulu
ama karier, keungan dan.... dan..... yayayaya....
Aku
sedang ‘merindukan’ seseorang *Eheeeeeeeeeeeeeeemmmmm!!! Hahahha, benar-benar
nggak jelas pembahasan yang ini *malu-malu*
Aku
sedang merindukan ‘dy’ yang udah lama nggak aku jumpa. Walaupun aku masih bingung,
entah merindukan dia sebagai teman atau.... hahhaha... sambung sendiri
kelanjutannya. Moga besok ketemu *berasa jadi anak SMA lagi. Hahahhahahaha
Tapi
apapun ‘rasa’ itu, yaaah, biarin aja deh. Biarkan bagaimana semestinya. Kalau iya
ini suatu “rasa”, yuk kita ke Eropa. Lah, ngapain??! Yaah, meniti cita
dooong!!! Masa jualan omelet dan jus?? Hahahahaha. *pembahasan udah semakin
nggak jelas*
Dari
pada aku semakin ngawur dengan pembahasan ini, mending di akhiri aja deh. Yang
jelas aku minta doanya, doakan aku bisa meraih cita dan cinta di Eropa. Amiiiiiiiiinnn!!!
J
Oya,
di halaman berikutnya insya Allah aku mau ngebahas tentang motivator ke dua ku,
dan sii mr. Semangka. Hahahha...
So,
tetap kepoin blog ku yaaaa.......