Kamis, 25 Desember 2014

Akhir Tahun tutup anggaran, Awal Tahun buka impian :)





Penghujung Tahuuunnn!!
Saat dimana kita kembali ngecek semua target impian kita yang berharap akan terwujud di tahun ini. Dan begitu juga dengan aku, mulailah aku mengubek-ngubek diary yang pada malam tahun baru tahun 2014 lalu aku tulis dengan lusinan impian ku. Dan hasilnya....
Jreeeeeeng jreeeeeeeeeeeeeng jreeeeeeeeeeeenggg!!!!
Mendadak ada angin gurun yang lewat. Semuanya sepi, sunyi, senyap. Lalu mendadak panci-panci yang bergantungan di dapur berjatuhan. Ya Ampun, dari begitu banyaknya target, hanya sekitar 15% yang bisa terwujud. Oh... oh... oh....!!  kalau kata seseorang yang aku kenal, dia pasti bakal ngomong gini “Tahun ini bukan shio_y kamu, jadi wajar aja”.
“What???!!, shio??” alis ku jadi naik sebelah, aku bukanlah orang yang percaya akan hal-hal yang begituan.
So, dimana letak kesalahannya??
Mungkin saja belum rejeki, mungkin saja belum saatnya semua mimpi aku itu terwujud. Dan menyinggung tentang mimpi, sebenarnya hal itulah yang bakal aku ceritakan disini. Yap!! Disini!
Rasanya, seluruh isi sejagad ini juga tau, aku dengan segala mimpi yang mereka bilang kelewat tinggi ini. Kalau bahasa Acehnya “Cet langet” alias ngecat langit. Lah, langit kok di cat ya??? Hahaha... yayaya... itu adalah istilah untuk hal-hal yang gak bakal terwujud. Mimpi yang kelewat tinggi, yang kalau nggak terwujud, terjatuh, kebanting dan ujung-ujungnya sakitnya tuuuuhhh disiniiiii (pake soundtrack lagu dangdut yang lagi ngehits akhir-akhir ini).
Tapi...aku bukanlah orang yang gampang terpengaruh akan omongan-omongan dari mereka-mereka itu. Dan.... kembali lagi ke diary ku tadi, mungkin emang iya masih banyak hal-hal yang belum bisa terwujud di tahun ini, tapi tahun depan masih ada 365 hari lagi untuk aku menggapai mimpi, bersama mereka.

Eheeemmm... mereka?? Siapa tuuuuuhhhh??/!!

Pernah dengar istilah atau pepatah yang bilang “kalau kita berteman dengan penjual minyak wangi, kitanya juga bakal ikutan wangi”. Nah... hal itulah yang aku alami dan jalani.
Kata salah satu sahabat aku dikampus,” di dunia ini ada dua golongan orang dalam mendapatkan kesuksesan. Ada golongan orang yang beruntung, dan ada orang yang berusaha”, dan sepertinya kami berada di golongan itu.

Dulu, aku punya seorang motivator yang membuka mata ku, mengubah paradigma tentang bagaimana mimpi itu harus diraih, tentang bagaimana kita harus berusaha. Yayaya, walaupun si beliau motivator itu adalah orang yang nggak pernah berkomunikasi langsung dengan ku. Tapi aku menganggapnya seperti kalian-kalian ini lah, yang mengidolakan motivator-motivator ternama yang sering muncul di layar Tv. Tapi aku memiliki motivator yang sering ku lihat di depan mata. Dari dia lah aku mulai berani membangun mimpi yang makin lama semakin tinggi.

Terlepas dari si beliau motivator itu (karena mendadak dia harus hilang dari pandangan), aku menemukan motivator yang lain. Seseorang yang keren banget proses periah mimpinya. Dan untungnya kali ini aku bisa bertukar cerita dengannya, aku bisa menanyakan ini itu dengan dia, yang kebetulan adalah peraih mimpi di negeri yang juga ku impi-impikan. Di negera dengan bangunan kerangka besi setinggi 301 meter itu (info dari wikipedia). Ohoooo!!! Dengan semangat’45 aku beruhasa untuk bisa (suatu hari nanti ) kesana. Mulai dari belajar bahasa-nya secara otodidak, dan juga ikut salah satu beasiswa dari perhimpunan mahasiswa indonesia yang ada di negera itu. Tapiiiii.... lagi-lagi.... belum beruntung. Lagi lagi target itu tercoret dari deretan target yang tertulis di diary.

Lalu, karena sesuatu dan lain hal, aku juga harus melepaskan kepergian sang motivator kedua ini dari hati (bahasanya kagak nahan) hahaha.... dan... ada saja jalan untuk kita tetap semangat. Aku menemukan motivator yang lain. Berbeda dari motivator sebelumnya yang pernah menginjakkan kaki di benua Amerika dan Eropa, sang beliau ini menginjakkan kaki kearah selatan dunia. Cari sajalah sendiri di peta, dimana dia berada. Disini lah, semua perjuangan benar-benar dikerahkan. Dengan menargetkan segalanya secara terperinci, mulai dari target wisuda di pertengahan tahun, belajar bahasa (lagi dan lagi) untuk tiket utama biar bisa keluar negeri.

Tapi hasilnya???!!!!

Satu pun, tidak berjalan sesuai rencana.
Jadwal wisuda ku melorot entah kemana-mana, bahkan saat aku nulis catatan ini pun aku belum sidang. Oh Tuhan! Dan itu... syarat utama aku bisa mendapatkan beasiswa keluar negeri selain nilai yang harus bersinar-sinar kayak bintang kejora. Bahasa! Aku juga belum bisa mencapai target berbahasa yang ditentukan.

Rasanya udah nggak sanggup lagi ngeliat tulisan berderet-deret di diary itu. Beberapa suara sumbang juga sempat terdengar, yang bilang nggak bakal bisa terwujud semua mimpi-mimpi itu “Bek cet langet hai nong”.

Hampir aja bahkan sempat hidup di pertengahan tahun  kayak zombie gitu, hilang semangat, karena apa yang ditargetkan tahun ini emang beneran nihil, jauh dari apa yang ditarget kan. Mendadak muncullah sosok itu....

Taraaaaa!!!!!

            Dia adalah dia yang nggak mau aku sebutkan namanya disini, untuk menghindari kenarsisannya menjadi akut. Hahaha... mungkin bener kalimat berbahasa Prancis itu “Tu peux, Si tu veux” yang artinya ada niat ada jalan. Seperti cerita ku di paragraf sebelumnya, kalau berteman dengan penjual minyak wangi, kita juga bakal ketularan wangi. Dan beneeeerr!!!

            Dia ini kita namai saja motivator ke-4 ku, sang penggapai mimpi di benua selatan juga. Dan juga tergolong ke golongan orang ke-dua dalam meraih kesuksesan, golongan orang-orang yang berusaha. Mimpi-mimpi tentang masa depan itu kembali muncul kepermukaan, semangat itu kembali berkobar. Kini malah, bukan hanya aku yang berkobar-kobar ingin meraih cita ke negeri-negeri eropa itu, tapi juga sahabat-sahabat tercinto, bersama-sama kami udah kayak orang gila di kampus, buku berbahasa inggris selalu di tangan, nonton filem India aja udah pake teks bahasa Inggris, malah minjam novel bahasa Inggris. Semua seminar tentang beasiswa ke luar negeri kami ikuti (sekalian ajang mengumpulkan tas jinjing dan notebook). Pokoknya semua mimpi dan cita-cita itu kembali hidup, dan kini adalah masanya kami berusaha.

Mungkin, bisa jadi saja tahun ini belum waktunya, seperti deretan target di diary ku yang benar-benar hanya sekedar tulisan, tapi besok atau lusa?
Mungkin saat ini  Allah sedang merangkum segala asa, usaha dan doa ku juga doa sahabat-sahabat ku. Karena apa? Karena kami adalah golongan orang-orang yang berusaha, golongan orang-orang yang akan merasakan bagaimana indahnya nanti menjemput cita dengan kedua tangan ini. Besok atau lusa, bisa saja kami sudah menginjakkan kaki di Eropa.

Sekarang, di alam nyata ini, kami masih berusaha, ada yang sedang keplintir dengan deadline sidang, ada yang sedang jungkir balik dengan proses penelitian yang panjang, juga ada yang sedang mati-matian mengajari beberapa orang dara jelita bahasa Inggris agar bisa sama-sama menginjakkan kaki di pinggiran sungai Seine, jalan-jalan kenegeri berkincir angin, berfoto di depan jam raksasa atau main-main ke gedung putih. Hahaha..semoga, segala usaha ini akan membuah kan hasil, karena nggak bakal ada yang sia-sia di muka bumi ini. Dan tetap dengan motto hidup ku “Nothing is imposible in the world”, “Man jadda wa jadda”. Jadilah kita orang-orang yang selalu merasakan karuniaNya dalam tiap indahnya usaha yang kita jalani.
Tanggal 5 dan 6 januari 2015  ini aku dan para pejuang mimpi ke eropa itu bakal ikut tes penentuan nasib (rada horor gitu bahasanya). Hahaha, tes Toefl, masih di kampus, tapi gregetnya udah kayak ikut ITP dan yang ikutnya adalah om Obama. Hehehe.. semoga segala usaha itu akan menampakkan hasilnya, semua bakal indah pada waktunya.
So, mari tutup tahun 2014 dengan segala rasa syukur, meski masih banyak mimpi yang hanya bisa menjadi sekedar mimpi. Tapi jangan nyerah, masih ada 365 hari lagi di tahun 2015 untuk berusaha, untuk bermimpi, untuk meraih cita dan cinta. kita tidak akan tahu bagaimana bentuk dunia, bila tidak melihatnya dari atas, so Hayuuuuukkkk tulis lebih banyak lagi mimpi di diary, dan Allah lah yang akan mengurus semuanya.
Semangaaaattt!! Tahun baru!!!!

Semoga cita ku, cita mu, dan cita kita terwujud ditahun 2015 ini. Amiiiiiinnn!!!!