Aku yang
semakin kacau,
Dengan
apa ingin dan harapku yang terus tak mau bertemu dengan waktu.
Aku yang
meracau dengan perasaan yang berserakan.
Berjalan
berdarah, bernanah, memijak beling penuh nama mu yang tak bisa ku hindari.
Kemana
harus ku berlari? Siapa yang harus ku caci dalam urusan ini?
Untuk
mu, dan sungguh ini untuk mu.
Mencintai
mu adalah hal terberat yang pernah aku lalui.
Saat
aku harus merobek paksa segala bahagia ku, bila mata ku, mata mu, beradu
pandang.
Ketika
aku harus tersadar dari ilusi panjang tak karuan, yang terus menyerbu
menyodorkan segala hal yang membuat logika ku menggila.Membasahi lusinan kertas
dengan tinta air mata pada lembar kitab ku.
Untuk
mu, insan separuh dunia ku.
Tau kah
kau? Mencintai mu adalah hal terindah dan tergila yang harus ku telan dalam
satu tarikan napas. Tak memberi jeda, untuk ku memisahkan yang mana nyata dan
dusta.
Semuanya
terus terpupuk, tersemai di relung hati dan sialnya tak bisa ku musnahkan.
Siapa
yang salah kini?
Haruskah
aku menyalahkan waktu? Yang mempertemukan kau dan aku, terlambat dari waktu
jumpa mu dan dia?
Atau
takdir? Yang telah curang mempermainkan kita?
Atau
mungkin salah ku?
Yang tlah salah bercita terlalu tinggi, bermimpi terlalu
naif, dengan mimpi, cita, cinta dan asa ku yang ternyata semuanya bertumpu pada
mu?
Sungguh tak dapat ku palingkan semua ini.
Untuk
mu, insan ciptaaNya yang tlah membuat ku jatuh cinta.
Ingin
ku bercerita, tapi aku hanya mampu berprosa.
Karena
aku tau, tak dapat lagi kau dengar apa yang bisa ku ucap, tentang segala esensi
hati.
Ingin
ku memandang mu, untuk waktu yang lebih lama.
Namun aku tak bisa. karena dunia
mu sungguh tak nyata untuk dapat ku seka.
Ingin
ku, melipat jarak antara kau dan aku, agar tak ada lagi pembeda. Tapi senyatanya
hanya tertinggal jeda, dan dia tlah sungguh nyata dikirimkan Oleh sang Kuasa
untuk mampu mengubah semua dunia.
Mewarnai
hidup mu, mengelamkan semesta ku dengan penuh dosa, bila aku berani mententang
semua alur cerita dari skenario Sang Maha Esa, Dia yang yang Maha Mengetahui,
Tentang
semua...
Semua
dan semua, tentang kau yang ku temui, diujung senja yang harus tertelan oleh
cakrawala dan cinta yang terhitamkan oleh malam.
Dan rasanya
Aku yang semakin kacau,
Dengan
apa ingin dan harapku yang terus tak mau bertemu dengan waktu.
Aku yang
meracau dengan perasaan yang berserakan.
Yang
hanya bisa memendam rasa dalam beku kata. Dan kau yang tak pernah tersentuh
oleh nyata.....
Banda
Aceh,
11
Januari 2014
