Sabtu, 11 Januari 2014

Rasa dalam Beku Kata



Aku yang semakin kacau,
Dengan apa ingin dan harapku yang terus tak mau bertemu dengan waktu.
Aku yang meracau dengan perasaan yang berserakan.
Berjalan berdarah, bernanah, memijak beling penuh nama mu yang tak bisa ku hindari.
Kemana harus ku berlari? Siapa yang harus ku caci dalam urusan ini?

Untuk mu, dan sungguh ini untuk mu.
Mencintai mu adalah hal terberat yang pernah aku lalui.
Saat aku harus merobek paksa segala bahagia ku, bila mata ku, mata mu, beradu pandang.
Ketika aku harus tersadar dari ilusi panjang tak karuan, yang terus menyerbu menyodorkan segala hal yang membuat logika ku menggila.Membasahi lusinan kertas dengan tinta air mata pada lembar kitab ku.

Untuk mu, insan separuh dunia ku.
Tau kah kau? Mencintai mu adalah hal terindah dan tergila yang harus ku telan dalam satu tarikan napas. Tak memberi jeda, untuk ku memisahkan yang mana nyata dan dusta.
Semuanya terus terpupuk, tersemai di relung hati dan sialnya tak bisa ku musnahkan.

Siapa yang salah kini?

Haruskah aku menyalahkan waktu? Yang mempertemukan kau dan aku, terlambat dari waktu jumpa mu dan dia?

Atau takdir? Yang telah curang mempermainkan kita?

Atau mungkin salah ku? 
Yang tlah salah bercita terlalu tinggi, bermimpi terlalu naif, dengan mimpi, cita, cinta dan asa ku yang ternyata semuanya bertumpu pada mu?
 Sungguh tak dapat ku palingkan semua ini.

Untuk mu, insan ciptaaNya yang tlah membuat ku jatuh cinta.
Ingin ku bercerita, tapi aku hanya mampu berprosa.
Karena aku tau, tak dapat lagi kau dengar apa yang bisa ku ucap, tentang segala esensi hati.

Ingin ku memandang mu, untuk waktu yang lebih lama. 
Namun aku tak bisa. karena dunia mu sungguh tak nyata untuk dapat ku seka.

Ingin ku, melipat jarak antara kau dan aku, agar tak ada lagi pembeda. Tapi senyatanya hanya tertinggal jeda, dan dia tlah sungguh nyata dikirimkan Oleh sang Kuasa untuk mampu mengubah semua dunia.
Mewarnai hidup mu, mengelamkan semesta ku dengan penuh dosa, bila aku berani mententang semua alur cerita dari skenario Sang Maha Esa, Dia yang yang Maha Mengetahui,
Tentang semua...
Semua dan semua, tentang kau yang ku temui, diujung senja yang harus tertelan oleh cakrawala dan cinta yang terhitamkan oleh malam.

Dan rasanya Aku yang semakin kacau,
Dengan apa ingin dan harapku yang terus tak mau bertemu dengan waktu.
Aku yang meracau dengan perasaan yang berserakan.
Yang hanya bisa memendam rasa dalam beku kata. Dan kau yang tak pernah tersentuh oleh nyata.....

Banda Aceh,
11 Januari 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar