Aku kembali merajut cerita,
Pada potongan singkat waktu sang
senja.
Menyeka sukma dengan bisik kata tak
terjamah aksara.
Membisu dan mendiam....
Seperti itulah ku lukiskan hadir mu...
Kau datang sungguh seperti senja.
Singkat namun meninggalkan kenangan yang
mungkin tak terlupa oleh ingatan.
Dibawah naungan langit merah saga,
Dengan pantulan cahaya oranye
keemasan,
Kau datang pada ku.
Dari belahan dunia yang tak pernah
terduga.
Salah kah bila ku mencinta?
Pada waktu singkat senja, dan ternyata
ada kau disana?
Kau hadir bagaikan gemuruh ombak
memecah pantai.
Riuh, bergemuruh di dada ku,
meneriakkan panji-panji nama mu.
Mengalihkan aku, yang dulu sempat
terpasung dalam cerita lama beratas namakan cinta buta.
Tatapan mata mu, sungguh seperti
senja.
Tenang dan menyiratkan seribu satu
tanda tanya yang membuat ku hampir gila,
Berusaha menebak, mencari makna,
menerka, menumbuhkan prasangka,
Senyatannya mungkin juga ada nama ku
disana.
Mengisi jejak-jejak lembar kisah hidup
mu,
Menggores dengan guratan-guratan kenangan
antara kau dan aku, yang sempat dibekukan oleh kumpulan data dan piksel.
Namun sayangnya, itu tak ada...
Salahkan waktu?
Yang terlalu cepat berdetik, hingga
waktu ini sungguh aku rasa begitu singkat?
Tapi, sepertinya tidak...
Takdir masih berbaik hati
mempertemukan kau dan aku, yang jelas datang dari benua yang berbeda.
Menyimpulkan pita kisah antara kau dan
aku, disini, di negeri asing ini.
Kau datang, sungguh seperti senja.
Tak bisa berdiam diri lebih lama
dihadapku, sehingga aku bisa mengucap cinta.
Dan kini, aku hanya bisa berdiam
dengan kata yang ku rasa mulai membeku.
Membiarkan kau berlalu, dengan rasa
ikhlas yang ku punya.
Bukankah memang seperti ini, kata dari
mereka terdahulu yang telah lebih dahulu mengecap segala asa dan cinta?
“Hakikat cinta adalah mengikhlaskan”
Dan, sudah seperti ini hakikat dari
senja.
Hadir dengan penuh pesona pada waktu
yang sungguh begitu singkat.
Kau, senja yang ku punya.
Tenggelam di ambang batas cakrawala.
Sampai berjumpa, sampai takdir
mempertemukan kita lagi, pada senja yang berbeda namun dengan rasa yang sama.
Sampai jumpa cinta, semoga nanti Sang
Maha Cinta kembali berkenan, mempertemukan kau dan aku, pada senja di suatu
masa...
Leupung, Aceh Besar.
#Untuk cinta yang ada di suatu senja J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar