Rabu, 23 Juli 2014

Bila Rasa ini disebut....

Bila rasa ini adalah rindu,
Itu adalah untuk mu.
Untuk insan yang dipertemukan dan dipisahkan pada waktu bersamaan.
Tanpa sapaan, tanpa janji untuk saling berjumpa lagi nanti.

Jika rasa ini adalah rindu,
Itu adalah untuk mu.
Pada kenyataan antara pisah dan jumpa, hanya disekat oleh membran tipis transparan.

Untuk letupan gelembung rindu dihati,
Pada kuncup-kuncup harap ingin bertemu.
Kau mampu mempertahankan eksistensi mu disini,
Dihati ini.
Dulu, seperti itulah cara mu hadir,
Ratusan hari sebelum saat ini, detik ini ketika aq kembali mengenang mu, yang hanya bisa hidup di angan,
Terkunci di kata untuk ku ucapkan "siapa dirimu" pada dunia.

Dulu kau datang, memberi kesan.
Mengangumkan.
Menyelamatkan ku dari luka bercerancangan,
Tentang cita yang terlupa,
Tentang cinta pada dia yang ternyata kekal tak dapat terseka.
Juga tentang kecewa, nelangsa....

Jika doa itu adalah harapku
Pastilah untuk kau dan aku.
Untuk waktu yang tepat, agar berkenan merengkuhkan waktu ku, waktu mu, dan menyimpul jadi satu.

Jika doa itu adalah harapku,
Aku mendoakan mu, ada atau tiadanya lagi kau disemesta.
Aku mendoakan mu, terisi atau hampanya hati mu.
Aku mendoakan mu, terucapkan atau terabaikan janji suci untuknya itu.
Aku mendoakan mu, untuk kembali datang menyelamatkan ku dari luka yang kembali ternganga,
Untuk logika yang menggeser akal sehat ku, yang terus memupuk rasa ini dan jika rasa ini disebut rindu,
Maka itu adalah untuk mu.....

Banda Aceh, 23 juli 2014.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar