Jumat, 14 Februari 2014

Seperti Senja, aku Menyebut mu....



Aku kembali merajut cerita,
Pada potongan singkat waktu sang senja.
Menyeka sukma dengan bisik kata tak terjamah aksara.
Membisu dan mendiam....
Seperti itulah ku lukiskan hadir mu...

Kau datang sungguh seperti senja.
Singkat namun meninggalkan kenangan yang mungkin tak terlupa oleh ingatan.
Dibawah naungan langit merah saga,
Dengan pantulan cahaya oranye keemasan,
Kau datang pada ku.
Dari belahan dunia yang tak pernah terduga.

Salah kah bila ku mencinta?
Pada waktu singkat senja, dan ternyata ada kau disana?
Kau hadir bagaikan gemuruh ombak memecah pantai.
Riuh, bergemuruh di dada ku, meneriakkan panji-panji nama mu.
Mengalihkan aku, yang dulu sempat terpasung dalam cerita lama beratas namakan cinta buta.

Tatapan mata mu, sungguh seperti senja.
Tenang dan menyiratkan seribu satu tanda tanya yang membuat ku hampir gila,
Berusaha menebak, mencari makna, menerka, menumbuhkan prasangka,
Senyatannya mungkin juga ada nama ku disana.
Mengisi jejak-jejak lembar kisah hidup mu,
Menggores dengan guratan-guratan kenangan antara kau dan aku, yang sempat dibekukan oleh kumpulan data dan piksel.
Namun sayangnya, itu tak ada...

Salahkan waktu?
Yang terlalu cepat berdetik, hingga waktu ini sungguh aku rasa begitu singkat?
Tapi, sepertinya tidak...
Takdir masih berbaik hati mempertemukan kau dan aku, yang jelas datang dari benua yang berbeda.
Menyimpulkan pita kisah antara kau dan aku, disini, di negeri asing ini.

Kau datang, sungguh seperti senja.
Tak bisa berdiam diri lebih lama dihadapku, sehingga aku bisa mengucap cinta.
Dan kini, aku hanya bisa berdiam dengan kata yang ku rasa mulai membeku.
Membiarkan kau berlalu, dengan rasa ikhlas yang ku punya.
Bukankah memang seperti ini, kata dari mereka terdahulu yang telah lebih dahulu mengecap segala asa dan cinta?
“Hakikat cinta adalah mengikhlaskan”
Dan, sudah seperti ini hakikat dari senja.
Hadir dengan penuh pesona pada waktu yang sungguh begitu singkat.

Kau, senja yang ku punya.
Tenggelam di ambang batas cakrawala.
Sampai berjumpa, sampai takdir mempertemukan kita lagi, pada senja yang berbeda namun dengan rasa yang sama.
Sampai jumpa cinta, semoga nanti Sang Maha Cinta kembali berkenan, mempertemukan kau dan aku, pada senja di suatu masa...

Leupung, Aceh Besar.

#Untuk cinta yang ada di suatu senja J