Senin, 16 Desember 2013

Cita, Cinta, Eropa...




Akuuu kembaliiiiii..... yuhuuu, disaat kepala ini mampet dengan urusan-urusan ‘duniawi’, tugas yang menimbun mengalahkan timbunan sampah di TPS, diwaktu deadline-deadline yang benar-benar akan membuat aku ‘dead’, dan syelaluu saja, ide untuk nulis itu muncul, menggelayut di pikiran dan pelupuk mata. Akhirnya aku pasrah dengan semua yang ada, akhirnya aku milih untuk nulis ‘tulisan’ ku ini, dari pada kebawa mimpi, gak enak makan dan gak enak badan? Mending aku tumpahkan semuanya disini.
Ok, kali ini mungkin judul dan temanya agak beda, yaitu....
Eeeeeeng iiiiiiiiiiiiiiiiiiiing eeeeeeeeeeeeeeeengggg!!!!

Cita, Cinta, Eropa!!!
Lah, kok tumben judulnya beda?? Biasanya pasti syeeeelalllluuuuu.... ngebahas cinto-cintoan sajo, gak pake cita dan lebih-lebih eropa?
So? Why???
Yayaya...! aku tau aku ini anak muda yang selalu nggak bisa jauh dari yang namanaya urusan hati, tapiiii... kali ini aku nggak mau Cuma ngebahas masalah cinto-cintoan, kali ini aku mau ngebahas tentang cita ku juga, dan itu nggak kalah penting urusannya, malah itu masuk di prioritas pertama dalam hidup. Dan untuk Eropa? Jelaaaaassss!!! Aku mau meniti cita di benua Eropa sana.  Dan aku juga tau, cita dan cinta itu selalu nyatu, nggak pernah lepas satu sama lain. Ada cita pasti ada cinta, walaupun belum tentu ada cinta ada cita. Hhehe...
Motivator ku pernah nulis di blognya yang sempat aku kepoin, si mr. Motivator itu nulisnya gini “Cita dan Cinta itu selalu nyatu, berawal dari cita dan membuahkan cinta”. Setelah aku pikir-pikir, kok bener juga ya? Hhehehe. Oya, mengenai sang motivator yang satu ini belum sempat aku ceritain siapa jati dirinya yang sesungguhnya *bahasa mu naakk ==” * si mr. Motivator ku ini adalah motivator kedua ku setelah TRR. Seseorang yang mengagumkan dan penuh ‘karisma’. Nanti deh, kapan-kapan aku cerita khusus tentang dia.
Ok, kita tinggalin sejenak tentang mr. Motivator itu. Kita kembali ke kata-kata yang di tulis di blognya. Hmmm... jadi aku cerita sedikit tentang si ‘beliau’ ini, jadi beliau ini nulis kata-kata itu di blognya, nah, ternyata dan ternyata si motivator ini benar-benar orang yang sangat-sangat memperjuangkan cita-citanya. Dan berawal dari itulah, muncul ini ‘CITA, CINTA. EROPA’.
Gimana ceritanya????
Yuuuuuuuuuuukkk chekidoooot!!!!!!!

Tadi pagi (16 Desember 2013) di kampus ku ada acara sosialisasi gitu, acaranya seputaran tentang kegiatan pertukaran mahasiswa gitu ke Eropa. Ke tujuh negara selama enam bulan. WOWWWW!!!! Eropa genk, EROPA!! E-RO-PAAAHHH!!!
Jadilah aku manusia yang kayak ikan kekurangan air, mengap-mengap gak jelas gitu. Secara acara itu diselenggarakan di jam kuliah, dan di jam itu aku harus ‘tertahan’ di ruang kelas dengan empat sisi tembok bercat putih polos *masih bau cat, karena ruangannya baru di cat*.
Oh MG!!!
Gimana ini, gimana??!! Secara aku pengeeeeeeeeeeenn banget ikut acara sosialisasi itu, yaah... walaupun tahun ini negara impian ku itu nggak perpatisipasi. Tapi nggak masalah, yang penting Eropa. Ke Bosnia pun itu, aku mau. Yang penting Eropa dan itu adalah kunci untuk ku bisa ke negara impian ku itu. Oh MY GOD!!! Help! Help. Sebelum ke kampus aku sempat komat-kamit, berdoa agar bapak yang ngajar kuliah ku itu nggak datang. Tapii..... jreeeeng jreeeeeeeeng!! Beliau yang biasanya datang telat empat puluh lima menit dari jadwal kuliah itu, kali ini datang tepat waktu apalagi mangkir kayak isi doa ku.
Tiba-tiba muncul lah godaan itu, godaan untuk nggak masuk kuliah... dan disaat niat untuk bolos kuliah itu udah membulat, sebulat bola piala dunia.... jreeeng jreeeng!!
“kak, kita jadi presentasikan hari ini?”. Tanya adik leting ku yang kebetulan sekelas dengan ku *dia yang ikut mata kuliah disemester ku, bukan aku ya yang ikut kuliah di MK semesternya* hahahha.
Hah!! Kenapa pula bocah yang satu ini ingat-ingatkan aku tentang presentasi itu. Memang hari ini jadwal untuk presentasi.
Finally, gara-gara ingat presentasi itu, aku menyeretkan kaki masuk kekelas. Di dalam hati aku berdoa lagi, “Ya Allah....Tolong matikan listrik, biar acara sosialisasinya di tunda sampai aku selesai kuliah”.
Ku tunggu dan ku tunggu, ternyata listriknya masih meyala terang benderang. Aku berusaha membesarkan jiwa dan raga, mungkin ini yang terbaik. Lalu aku berusaha untuk fokus dengan prsentasi.
Dan tau apa??
Bukannya fokus, aku malah naik spaning pas presentasi. Mendadak tensi darah melejit jadi 160 per 90, gimana gak?
Pertama, alasan aku masuk ke kelas karena biasanya dosen kami itu pasti ngacak manggil nama kelompok yang prsentasi, jadi aku takutnya ntar kelompok ku yang di panggil.
Ehh... si bapak, malah milih untuk presentasi sesuai nomor urut kelompok. Dan sumpah! Aku pengen nangis saat itu, karena aku berada di kelompok terakhir, kelompok 6. Kalau tau gini kan, mending aku bolos dan ikut acara sosialisasi itu. Ooohhh..... Eropaaaaa...
Dan dengan emosi yang udah nyangkut di tenggorokan, aku bilang dengan dosen ku untuk di acak aja kelompok mana yang tampil presentasi duluan. Awalnya si bapak gak setuju, tapi alhamdulillah.... beliau mau juga.
Yihaaaaa!!!!
Selesai ini aku bakal minta izin keluar. Mudah-mudahan diizinkan.
Di saat kelompok kami tampil, lagi-lagi aku emosi. Kali ini tingkat dewa!! Belum tampil aja, kelompok kami udah down gara-gara si bapak itu mengucapkan sepatah kalimat yang benar-benar buat patah semangat. Belum lagi dengan salah satu audiance yang Subhanallah, sulit di ucapkan dengan kata-kata, gimana dia ‘berantusias’ bertanya, sampai-sampai aku keringatan. Bukan karena gak bisa menjawab, tapi karena pertanyaan itu udah melebar kemana-mana. OH TUHAAAAN!!! Tolong matikan listriknya, matikan. Toloooongg!! Lagi-lagi doa itu muncul, dan lagi-lagi, listrik masih tetap aman.
Singkat cerita presentasi itu selesai juga. Huuufh, akhirnya. Sepanjang sejarah aku kuliah, baru kali itu aku presentasi nggak fokus karena bebapa faktor. Faktor pertama tentu aja acara sosialisasi itu. Faktor-faktor yang lain ya itu, aku kurang respect dengan suasana diskusi yang menurut aku, kurang “asik”. Terlalu kaku, monoton, dan gitu lah pokoknya.
Di saat niat ku untuk minta izin keluar kuliah itu muncul lagi, tiba-tiba......
Jreng-jreeeeeng!!!!
Aku ngeliat bapak ketua panitia acara sosialisasi itu berjalan melewati kelas ku, sampil pegang absen dan laptop!  Lalu di susul dengan adik leting ku yang kebetulan ikut acara sosialisasi itu.
Mendadak, aku lemas. Acaranya udah selesai.
Ya Rabiii.....
Salah satu teman ku berbisik ke aku, “kalau emang rejeki kita ke Eropa, nggak ikut acara sosialisasi pun kita bakal kesana”.
Aku langsung mengaminkannya.
Itu adalah sekelimit cerita ku tentang usaha ku untuk mengapai cita bisa ke Eropa. Ya! Aku sangat-sangat ‘gila’ mau melanjutkan S2 ke sana, tepatnya ke PRANCIS !!. yuuup!!! Udah hampir empat tahunan ini, aku pengeeeeen banget melanjutkan kuliah ke Prancis. Memang sih, sekarang masih bingung, mau melanjutkan ke jurusan apa. Secara aku tertarik ke bidang mikrobiologi dan juga tertarik ke jurusan itu tu, teknik manufaktur. Entah kenapa, akhir-akhir ini aku ‘gila’ dengan ilmu yang ada unsur-unsur rancang merancang pabrik, dan tata letak. Bisa jadi karena aku mendapatkan nilai “Vitamin anti sariawan” di mata kuliah tata letak pas semester enam lalu, membuat aku penasaran abis dengan prinsip dari ilmu itu. Atau bisa jadi juga karenaaa..... sudahlah lupakan. Hahhaha...!!!
Prancis!! Oh... beneran, aku pengen banget kesana, melanjutkan kuliah disana. Memang sih, sama kayak miih jurusan, aku juga masih bingung mau menargetkan kampus mana. Satu sisi aku pengen melanjutkan study ke universitas Montpillier, satu sisi aku juga tertarik kuliah di universitas Strasbourg. Wuaaa... berawal dari pilem Laskar Pelangi yang aku nonton disaat SMA, aku jadi penasaran dengan Prancis. Pernah aku tanya dengan salah satu dosen ku yang alumni Prancis juga, aku tanya satu kalimat, eeeh.... beliau cerita banyak tentang kehidupan sana, membuat aku malamnya nggak bisa tidur. Mendadak aku udah bayangin berada di Prancis. Masya Allah. Hahaha.... dan aku juga ingat, waktu itu aku lagi keluar kota ama emak, lagi jalan-jalan di mall mendadak mata ku ngelirik ke toko yang ngejual asesoris cewek gitu, dan mata aku langsung tertuju kearah tas tentengan warna biru yang ada gambar menara Eiffelnya. Disaat itu sih aku diam aja, malah ngelewati toko itu dan terus belanja ama emak. Tapi, di saat kami udah keluar dari mall, aku nggak nahan ‘tuk nggak mampir ke toko itu. Akhirnya aku kembali ngajak emak ku untuk masuk ke mall keliling mencari toko asesoris tadi. Emak ku sempat nanya mau beli apa, tapi akunya diam aja. Baru deh, waktu tiba di toko itu, aku langsung ngambil tas tentengan bergambar menara Eiffel yang Cuma tinggal satu lagi. Emak ku Cuma bisa geleng-geleng kepala, sambil pasrah ngeluarin uang dari dompet, karena aku udah langsung jalan ke kasir, sebelum emak ku bilang kata-kata “Ngapain lah beli yang gituan disini, yang ada berat isi koper. Udah beli di Banda Aceh aja nanti”. Hhoho...
Mungkin sebagian orang memang menganggap ku agak gila. Tapi, terserah lah mereka mau bilang apa. Karena bagi ku, nggak ada yang gak mungkin di dunia ini kalau kita berusaha, iya kan?
Man Jadda Wa Jadda!!
Rêver, En Priant, En Essayant, Le Succès!!!!
Dirumah, emak dan kakak ku lah yang paling paham ‘kegilaan’ ku. Semua asesoris ku pasti ada unsur-unsur prancisnya. malah pernah aku gambar menara Eiffel di karton dan rencananya aku tempel di dinding, tapi gak jadi, gara-gara gambarnya jadi kayak tower yang baru di guncang gempa. Hahahha
Lalu, kayak judul tulisan ini CITA, CINTA, EROPA.
Dimana cintanya???
Hahahhah... kelaaaammm!!!
Udah aku bilang kan, ngejar cita dulu biar dapat cinta. Sekarang aku mau fokus dulu ama karier, keungan dan.... dan..... yayayaya....
Aku sedang ‘merindukan’ seseorang *Eheeeeeeeeeeeeeeemmmmm!!! Hahahha, benar-benar nggak jelas pembahasan yang ini *malu-malu*
Aku sedang merindukan ‘dy’ yang udah lama nggak aku jumpa. Walaupun aku masih bingung, entah merindukan dia sebagai teman atau.... hahhaha... sambung sendiri kelanjutannya. Moga besok ketemu *berasa jadi anak SMA lagi. Hahahhahahaha
Tapi apapun ‘rasa’ itu, yaaah, biarin aja deh. Biarkan bagaimana semestinya. Kalau iya ini suatu “rasa”, yuk kita ke Eropa. Lah, ngapain??! Yaah, meniti cita dooong!!! Masa jualan omelet dan jus?? Hahahahaha. *pembahasan udah semakin nggak jelas*
Dari pada aku semakin ngawur dengan pembahasan ini, mending di akhiri aja deh. Yang jelas aku minta doanya, doakan aku bisa meraih cita dan cinta di Eropa. Amiiiiiiiiinnn!!!
J
Oya, di halaman berikutnya insya Allah aku mau ngebahas tentang motivator ke dua ku, dan sii mr. Semangka. Hahahha...
So, tetap kepoin blog ku yaaaa.......




Tidak ada komentar:

Posting Komentar