Apa arti kata ‘pertemanan’
bagi kalian?
Mungkin itulah
kata yang sekarang menggelayut dipikiran ku saat ini. setelah sekian lama gak
ngepost tulisan lagi, kali ini aku mau nulis lagi tentang sesuatu, dan semua
ini terinspirasi dari salah satu teman ku. Aku menulis tulisan ini juga tentang
dia, karena ya itu tadi, dia telah menginspirasi pikiran ku ini tentang banyak
hal, apa itu??
Yuuuuk kita
lihat, chek it out!!
Sebut saja
namanya, Edward (karena aku penggemarnya Twilight Saga), dan aku juga gak
mungkin bilang ‘sebut saja dia mawar’ karena dia itu cowok. Yah! Orang yang mau
aku ceritain itu adalah seorang makhluk Tuhan dari kaum Adam. Ok, kita mulai...
Edward ini
temen sekampus ku. Dulunya waktu semester satu, aku maleeeeeeeeeeeess banget
liat dia, apa lagi ngobrol. Ogah nian deh pokoknya. Dia anaknya juga sering
banget ngeledekin teman-teman yang lain, dan termasuk aku. Tapi anehnya, dia
itu berani ngeledekin waktu dia lagi kumpul dengan in the genknya aja, tapi kalau dia lagi sendiri atau ketemu dengan
aku di luar kampus, dia pasti senyum dengan aku. Malah dulu pernah kami
seangkot, dan dia nyapa aku (sekilas tentang masa lalu kami :D ).
waktu berlalu,
waktu itu seingat aku akhir semester satu dan lagi musim-musimnya final. Kayak biasanya
Edward dengan genknya nongkrong di
tempat tongkrongan(dulu aku gak tau kalau ternyata saat itu dia lagi belajar),
lewatlah aku di depan dia, spontan genknya
yang punya mulut kayak panci-panci itu ngeledekin aku dan beberapa teman ku. Aku
sih, stay cool aja, secara aku ini
kan emank cool dan gak penting banget ngeladenin kaum-kaum
kayak mereka itu. Lalu tiba-tiba aku deger dia buka suara, “Aku gak mau
ngeledekin orang dulu deh. Ntar ilmu yang ada di kepala ku hilang”. Hhahahahhaha.....
di situ aku merasa kalau dia itu sedikit agak lebih baik dari teman-temannya
yang bermulut panci itu.
ok,
lanjooooott!!!
Perjalanan kali
ini berlanjut kesemester tiga.sifat suka ngeledek dia itu masih melekat dengan
pasti, entah gimana awalnya tiba-tiba aja dia nyebut nama aku, bukan Rizka,
tapi salah satu nama artis cewek yang sekarang lagi booming. Mulai dari saat itu, aku udah jarang dengar nama aku
disebut ‘Rizka’ tapi berganti dengan nama si artis itu. subhanallah, itu kawan
kebangetan banget deh.
lalu lagi-lagi
musim Final, dan kalau gak salah lagi
lagi final MK Statistika (Kenapa aku selalu ngeliat dia itu pas Ujian, ya?),
wadooh statistika euy, sepanjang aku mulai bisa mengeja, aku paling males
dengan pelajaran hitung-hitungan ==” termasuk dengan pelajaran statistika itu.
agak sedikit buka rahasia, kami pun bergotong-royong saling membantu
teman-teman menyelesaikan ujian itu, hahhahha malu sendiri kalau ingat itu.
disitu, si Edward ini kembali menunjukkan sisi ‘sedikit agak lebih baik’ dari
teman-temannya yang bermulut panci. Dia yang alhamdulillah di karuniakan otak
yang lumayan encer, ngebantuin teman-temannya menyelesaikan soal persoal
statistika itu. Dia lebih mendahului menjawab soal untuk teman-temannya,
ketimbang menjawab soal di lembar jawabannya sendiri. waktu itu ada satu
kalimat yang muncul di benak ku. “Itu anak baiknya kok menjurus ke bego ya?”.
Semester demi
semester pun berlalu. Gak ada yang terlalu special dari dia karena mungkin aku
emang gak terlalu peduli dengan dia. Tapi, aku mulai memperhatikan dia di
semester enam, saat aku tau gimana dia sebenarnya.
Di semester
enam ini, kami ngambil mata kuliah pilihan yang sama. Dan mata kuliah itu
ngewajibkan praktek ke lapangan gitu, Field
trip kalau bahasa sekarangnya. Disini ternyata oh ternyata, aku mulai
melihat ada sisi yang beda dari dia. sepanjang praktek itu yang makan waktu
tiga hari dua malam, aku mulai menganggap dia beda. Mungkin kami emang jarang
banget ngomong dengan dia, terlebih akhir-akhir ini ada gosip yang beredar
antara kami yang buat kami semakin ‘malas’ saling ngomong. Oya, disini juga dia
udah beda banget dari semester awal aku kenal dia, dia udah gak pernah
ngeledekin aku lagi. mungkin, aku gak bisa cerita gimana detailnya kejadian
yang terjadi sewaktu kami field trip itu
karena kau gak mau dia ke GR an waktu membaca tulisan ini dan kami semakin gak
pernah saling nyapa lagi :D , namun yang pasti di sinilah aku tau kalau dia itu
ternyata baaaaaaiiiiiiiiiik banget, emang terkesan cuek dan ngak peduli dengan
orang, tapi Subhanallah. Aku Terpukau dibuatnya J
Masih di
semester enam, semester yang kami sebut semester ‘jalan-jalan’ karena selang
satu bulan setelah kami field trip tiga
hari dua malam itu, kami kembali melanjutkan perjalanan field trip. Kali ini tujuan kami adalah pabrik-pabrik yang ada di
luar provinsi di tempat kami tinggal. Oya, sekedar info, sejak field trip pertama itu, Edward udah
dekat dengan sakah satu sahabat aku, sebut aja namanya Mawar :D. tiap hari
Mawar dengan Edward ini smsan, mulai dari bahasan seputaran kampus, sampe
seputaran hal-hal yang gak penting banget mereka bahas. Aku melihat mereka ini
klop banget, hampir enam semester gak dekat, tiba-tiba aja Cuma gara-gara
sekelompok pas field trip mereka udah
kayak kakak-adik (kemungkinan karena si Mawar ini anaknya rada-rada sarap
dikit, dan belakangan ini aku tau si Edward gak kalah sarapnya dengan Mawar).
Kita lanjut
lagi ke masa field trip ke-2. Disini aku jarang lihat Edward, karena sesuatu
dan lain hal yang membuat dia jarang berada di rombongan kami. Di sini, aku
masih ‘Terpukau’ dengan teman ku yang satu ini (aku udah menganggapnya teman
sejak kepulangan dari Field trip pertama). Dan rasa ‘perteman’ ku itu kembali
bertambah saat dia smsan dengan Mawar, ngajak kami nonton. Katanya agenda field
trip kali ini terlalu monoton. OH MG!!! Emank dia bukan ngajak aku secara
langsung, tapi aku senang kalau dia bersedia aku ikut dengan Mawar. Nyampe di
bioskop, kami gagal nonton, kecewa berat cuy, gara-gara film yang mau kami
nonton selesainya kemalaman sedangkan kami harus balik ke penginapan jam 10
malam. Jadi kami mutar arah, gak jadi nonton tapi makan es krim aja deh, oya
kami perginya juga gak bertiga, tapi berlima, tiga cowok dan dua cewek-aku dan
mawar-.
Saat makan es
krim, dia duduk di depan ku. Tetap mau duduk di belakang, di depan, disamping
dan di-di yang lainnya, kami tetap gak pernah bicara. Dia lebih banyak bicara
dengan Mawar, karena hal yang aku sebut diatas tadi, mereka sama-sama Sarap. Hahahaha.
Singkat cerita kami menghabiskan es krim itu dengan suka cita #alay nian
bahasanya ==” tapi itulah yang aku rasa. Aku senang! Dan aku gak tau apa arti
rasa senang aku itu.
Field trip
berakhir dan lagi FINAL datang. Edward dan Mawar semakin kayak kakak-adik,
sama-sama sarap, sama-sama gila. pokoknya kalau di dekat mereka, siap-siap deh
ketawa gak berhenti. Aku agak lupa itu final mata kuliah apa, yang pasti aku
ingat sebelum ujian aku, Mawar, Edward dan sahabat-sahabat kami , kami belajar
bareng. Kejadian langka sepanjang semester satu sampe enam. Di saat kami sibuk
komat-kamit belajar, aku ngeliat si Edward santai, sibuk dengan laptopnya.
“Kamu gak
belajar?” tanya si Mawar dengan gaya khasnya.
Si Edward
menggeleng, “Udah tadi pas subuh”.
Aku bengong, “WHATS??
DIA BELAJAR?! Aku aja jarang belajar di waktu subuh, lah dia??”. tapi aku Cuma bisa
diam aja, gak mungkin dunk aku mengungkapkan kalimat yang ada dikepala aku itu.
Ujian pun
berlangsung, dan si Edward bener-bener membuktikan kata-katanya. Kebetulan dia
duduk di samping aku #hasil modus yang aku lakukan sehingga aku bisa duduk
disebelah dia :D # dia menjawab soal ujian dengan lancaaaaaaaaaaaaaaaaarrr
banget. Dan jadilah si Edward itu objek lirikan ku. Aku penasaran dengan
bagaimana dia saat menjawab soal, jadi setelah menyelesaikan soal-soal di
kertas ujian ku, kau beralih memperhatikan dia #tentu tanpa sepengetahuan dia# aku
melihat dia, benar-benar tekun ngejawab soal, bahkan ampe keringatan dan kadang
dia berhenti, berpikir dengan jidat yang berlipat, terus nulis lagi.
subhanallah, aku harus mengakui satu hal ini, aku terharu ngeliat dia gitu. Ya,
aku bener-bener meneteskan air mata terharu sewaktu melihat dia menjawab soal
itu, alay memang, tapi itulah yang terjadi. Sudut pandang ku tentang dia
berubah ketika itu juga.
Lalu, aku pun
mencoba flashback tentang apa-apa aja
yang udah terjadi sejak awal semester hingga semester enam ini. dan aku harus
mengucap SUBHANALLAH lagi, saat aku sadar ternyata tiap hari dia berubah
menjadi manusia yang baik hari demi harinya, dia berubah menjadi teman yang
penuh perhatian, yang sayangnya selama ini luput dari perhatian ku.
Kayak film
yang diputar ulang, bayangan-bayangan kebaikan yang udah dia lakukan ke aku
terulang di ingatan ku silih berganti. Saat dia, ternyata sering banget
memberikan aku kursi tempat duduknya, saat aku berdiri dan udah pegel. Dia rela
berdiri, walaupun dia gak kasih kursi itu secara gamblang ke aku, tapi aku tau
itu bentuk keperhatian dia ke aku #heeey, ini bukan GR ku aja ya. Semua orang
ternyata mengatakan hal yang sama dengan pikiran ku ini# dia juga panik sewaktu
aku belum menyelesaikan tugas kelompok, bahkan dia membantu menyelesaikannya. Dia
juga pernah menyemangati ku untuk semangat membuat proposal PKL, membukakan
kaca mobil saat aku bilang aku mual, dan dia dengan cueknya buka kaca jendela
mobil sambil bilang gini dengan temanku yang juga ada di mobil ini, ‘ Buka aja
ya kacanya, biar gak mual’. Serta masih banyak lagi bentuk keperhatianan dia
untuk aku. Sekali lagi aku bilang ini bukan GR ku!!
Ternyata, selama
ini dia menganggap ku sebagai temannya walau diawal pertemuan kami, kami agak
kurang ramah dan saling menyapa. Ternyata walau pun kami jarang berbicara,
jarang menyapa, dan katanya ke Mawar dia gak bicara dengan ku karena dia takut
dengan ku, di luar semua itu aku tau, dia adalah teman yang baik. Seorang teman
yang memiliki rasa ‘sayang’ besar kepada temannya dibalik kecuekannya. Rasa sayang
yang besar yang dia tunjukkan kepada semua temannya. Seorang teman yang
bersikap begitu sederhana namun memiliki sesuatu yang begitu sempurna. Memiliki
kebaikan hati, yang ternyata selama ini luput dari perhatianku. Teman yang
memiliki tingkah ‘gila’ dan selalu berhasil mengubah suasana hati menjadi lebih
baik lagi.
Ternyata selama
ini aku terlalu di’buta’kan oleh hal-hal sempurna yang membuat aku gak bisa
melihat kebaikannya. Sekarang aku tau, makna dari kalimat yang sering
orang-orang bilang. Kalimat ‘tak kenal maka tak sayang’. Kata-kata itu bener
banget, dulu aku mungkin gak terlalu mengenal si Edward itu, hingga aku gak tau
gimana sebenarnya dia, gimana sederhananya hidup dia. selama ini aku terlalu
menganggap dia anak badung yang memiliki teman-teman bermulut panci. Semua itu
luntur, karena kau berhasil melihat dia dari sisi yang lain. ‘Don't
judge the book by its cover’ kayaknya
kata-kata itu juga cocok untuk ku.
Sekarang aku dan si Edward itu masih gak saling bicara, tapi
alhamdulillahnya kami berkumpul bersama teman-teman yang sama, sama gilanya. Aku
bahagia bisa mengenal dia sebagai salah satu teman ku yang luar biasa, teman
yang menginspirasiku dalam berbagai hal, teman yang berhasil membuat ku ‘TERPUKAU’.
Teman yang luuuuaaar biasa!! :)
Inilah cerita ku tentang seorang teman ku, teman yang ku
anggap begitu special karena dia telah menyentuh hidup ku dengan caranya yang
unik :) :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar