Aku
menyebutmu, Senja...
Karna
ku temukan mu, saat fajar tengah kehilangan surya tuk menerangi dunia...
Pada
sebuah pertemuan lama, yang dulu ku kira tak kan menjadi apa-apa...
Berhadapan
dengan mu, menjadikan aku manusia gagu. Membuat debaran-debaran itu, yang tlah
lama tak ingin ku rasa lagi. Otak ku seolah beku, menggeser akal sehat dan malu
ku.
Diam
mu, membuat pikiranku terbelenggu, mencari makna apa yang berusaha kau
sampaikan lewat tatapan itu. Nyatanya tak ada satu kitab pun, yang menjelaskan
tentang isi hatimu. Dan terdamparlah aku dalam hamparan gurun penuh tanda
tanya.
Aku
menyebut mu, Senja...
Karna
ku temukan mu, saat fajar tengah kehilangan surya tuk menerangi dunia.
Hening
mu, membuat aku gila. Menggeser akal sehat ku pada tingkat kontribusi lemah tak
berdaya. Ingin ku jejali tiap jengkal hati mu, namun sayangnya, aku hanya
manusia biasa yang tak mempunyai kuasa.
Aku
muak bila harus ikut diam seperti mu,
Karna
dengan diam tak akan menyisakan makna apa-apa, memasung ku menjadi tak
bernyawa. Hanya bisa menjadi manusia ‘lain’ untuk mu..
Dengar
aku, wahai Senjaku...
Takdir
kah ini?
Saat
kau dan aku dipertemukan pada jalan yang sama?
Tlah
lama ku berperang dengan waktu, berusaha menggapai nama-nama yang dulu ku
sanjung, namun senyatanya nila tetap tertoreh di sukma. Hingga waktu menemukan
kita, dan bayang mu terpenjara dalam maya ku. Dan bagai hantu, yang selalu ada
dalam ingatan ku.
Aku
menemukan mu, saat fajar kehilangan surya tuk menerangi dunia.
Pada
sosok mu yang sederhana, pada tatapan mata melankolis senja.
Aku
tlah jatuh cinta...
Aku
tak meminta mu, tuk menjadikan ku Surya bagi sang fajar.
Tapi
cukup jadikan ku, arak-arakan mega oranye yang kan mengiringi senja, membungkus
semesta.
Bila
memang cinta itu harus diam disini (hatiku), hingga tak ada malu ketika tlah
terdengar dari sini (mulut ku).
Maka
biarkan aku menunggu mu, menunggu potongan kisah mu menulis nama ku disana, dan
menjadikan semuanya nyata.
Ku
harap kau mengerti kini, karna semua ini hanya untaian kata-kata sederhana yang
diam-diam ku tujukan untuk mu....
Banda
Aceh, 29 Okt. 2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar